Senin, 13 Februari 2012

KEPKA BAPEDAL No. 03 Tahun 1995 - Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah B3

Peraturan ini menjelaskan Baku Mutu Limbah Cair dan Emisi Udara pada Incinerator terkait konsentrasi senyawa kimia yang diperbolehkan. Selain itu peraturan ini menjelaskan Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah B3. Dalam hal ini limbah medis fasilitas kesehatan termasuk dalam limbah B3.




Permenkes RI No 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Minggu, 12 Februari 2012

KEPMEN LH Tahun 1995 no 58 - Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit



Peraturan ini mengatur tentang batas maksimal limbah cair / air limbah yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari suatu kegiatan rumah sakit. Peraturan ini diterapkan jika suatu daerah (kota/kabuapten/propinsi) belum memiliki/menerapkan Peraturan Daerah tentang hal tersebut.

IPAL Laboratorium

video

video
Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk Laboratorium Klinik, Laboratorium Lingkungan, Laboratorium Kimia & Laboratorium Industri

Kapasitas IPAL khusus untuk Laboratorium 2,5 m3/hari seharga Rp 70 juta (Harga belum termasuk ongkos kirim dan biaya pemasangan).
  • Pre Treatment : Remove kandungan limbah kimia / kimia anorganik
  • Next Treatment : Remove kandungan kimia organik (BOD, COD, TSS, Fosfat (PO4), & Ammonia (NH bebas))

Informasi lebih jauh dan pemesanan tentang Sistem IPAL ini dapat menghubungi ke:

Purwanto 0852 1016 4070, 021 9955 7503

Jumat, 10 Februari 2012

Produk-produk Bakteri Pengurai yang bermanfaat dalam menguraikan air limbah (pada IPAL) dan sampah organik:

1.  Ammonia Removal Plus
 

Petunjuk Pemakaian:
1. Kocok terlebih dahulu dan berikan AMONIA Removal Plus pada bak aerasi dengan kriteria sebagai berikut:
· Air Buangan Rumah Tangga: 1 Liter/hari untuk air buangan sebanyak 50-70 m³.
· Air Buangan Rumah Sakit: 1 Liter/hari untuk air buangan sebanyak 30-50 m³.
· Air Buangan Industri: 1 Liter/hari untuk air buangan sebanyak 10-30 m³.
2. Campurkan AMONIA Removal Plus 1 Lt dengan 10 Lt air  dalam ember plastik.
3. Pemberian  ke dalam IPAL dapat dengan cara kultur, titrasi atau tebar langsung.

          
2.  B-DECO3
Petunjuk Pemakaian:
1. Kocok terlebih dahulu dan berikan B-DECO3 pada bak aerasi dengan kriteria sebagai berikut:
· Air Buangan Rumah Tangga: 1 Lt/hari untuk air buangan sebanyak 100-200 m³.
· Air Buangan Rumah Sakit: 1 Lt/hari untuk air buangan sebanyak 60-100 m³.
· Air Buangan Industri: 1 Lt/hari untuk air buangan sebanyak 30-60 m³.
2. Campurkan B-DECO3 1 Lt dengan 10 Lt air  dalam ember plastik.
3. Pemberian  ke dalam IPAL dapat dengan cara kultur, titrasi atau tebar langsung(disesuaikan dengan kondisi lingkungan).

      
3.  Micro Plus
Petunjuk Pemakaian:
1. Kocok terlebih dahulu dan berikan MICRO PLUS pada bak aerasi dengan kriteria sebagai berikut:
· Air Buangan Rumah Tangga: 1 Liter/hari untuk air buangan sebanyak 50-70 m³.
· Air Buangan Rumah Sakit: 1 Liter/hari untuk air buangan sebanyak 30-50 m³.
· Air Buangan Industri: 1 Liter/hari untuk air buangan sebanyak 10-30 m³.
2. Campurkan MICRO PLUS 1 Lt dengan 10 Lt air  dalam ember plastik.
3.  Pemberian  ke dalam IPAL dapat dengan cara kultur, titrasi atau tebar langsung.

  
4.  Biodekstran
Petunjuk Pemakaian:
Kocok terlebih dahulu dan berikan BIODEKSTRAN dengan kriteria sebagai berikut:
· Kotoran Manusia(Tinja) pada wc: Tuangkan 150 ml(15 x tutup botol) BIODEKSTRAN untuk ukuran septic tank 4 m³(ukuran rumah tangga) pada closet, kemudian siram dengan air hingga merata, lakukan 1 minggu 1x.
· Kotoran Hewan Ternak  dan Sampah Organik: Campurkan 150 ml BIODEKSTRAN dengan 2 Lt air bersih aduk hingga rata, kemudian masukan pada botol hand spray lalu semprotkan pada sampah dan kotoran ternak hingga merata’ lakukan 1 minggu sekali.
· Wastafel Dapur dan Restoran: Camputkan 120 ml BIODEKSTRAN dengan 2 Lt air bersih aduk hingga merata, kemudian masukan pada wastafel cucian piring sebelum tutup (pada malam hari), lakukan 3 hari sekali agar tidak terjadi sumbatan oleh lemak.

 5.  Biosulfa
Petunjuk Pemakaian:
1. Kocoklah terlebih dahulu dan berikan BIO SULFA pada bak aerasi dengan kriteria sebagi berikut:
· Air buangan Rumah Sakit: 1 Lt/hari untuk air buangan sebanyak 60-80 m³/hari.
· Air buangan Industri: 1 Lt/hari untuk air buangan sebanyak 50-60 m³/hari.
2. Campurkan 1 Lt BIO SULFA dengan 10 Lt air bersih dengan ember plastik akan lebih baik tambahkan oksigen dengan aerator selama 24 jam untuk mencapai kestabilan dan peningkatan jumlah bakteri.
3. Pemberian ke dalam IPAL dapat dilakukan dengan kultur, titrasi atau tebar langsung.

 
Informasi lebih jauh tentang produk-produk bakteri pengurai, bisa menghubungi: 

Purwanto 021 9955 7503, 0852 1016 4070

Rabu, 08 Februari 2012

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Sanitasi Di Rumah Sakit

Kami menawarkan kerjasama kepada intansi (Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan yang ingin mengundang kami) dalam upaya pembinaan dan pengembangan SDM bidang sanitasi di rumah sakit berupa Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Sanitasi Di Rumah Sakit. Dengan menggunakan metode pengajaran di kelas, ilustrasi audio-visual, diskusi interaktif,  simulasi, field trip dan penulisan laporan yang dilengkapi juga dengan pre-test dan post-test, maka pelatihan intensif selama tiga hari ini diharapkan akan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sanitasi di rumah sakit yang menjadi bekal untuk dipraktekkan di lingkungan kerja.
MATERI PELATIHAN
1.       Peraturan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan rumah sakit
- Undang-undang
- Peraturan Pemerintah
- Peraturan Menteri Dan Keputusan Menteri dan Peraturan-peraturan lainnya.
2.       AMDAL, UKL – UPL dan DPPL
- Pengetahuan tentang dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
- Pengetahuan tentang dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan& Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL – UPL)
- Pengetahuan tentang dokumen Dokumen Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan (DPPL)
- Dokumen pelaporan
3.       Higiene Dan Sanitasi Bahan Pangan dan Makanan di rumah sakit
- Persyaratan Higiene dan Sanitasi Bahan Pangan dan Makanan
- Manajemen Bahan Pangan dan Makanan di Rumah Sakit
- Manajemen Sanitasi Sarana, Prasarana & Peralatan Dapur Rumah Sakit
- Dokumen pelaporan
4.    Manajemen Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
-Lingkup kegiatan
- Tahapan Penerapan Sistem Manajemen Sanitasi Di Rumah Sakit
-Dokumen pelaporan
5.    Teknologi Pengelolaan Limbah Medis Di Rumah Sakit
- Teknologi Pengelolaan Limbah Padat Medis
- Teknologi Pengelolaan Limbah Cair Medis
- Dokumen pelaporan
6.    Teknologi Penyediaan Air Bersih Rumah Sakit
-Peraturan Baku Mutu
- Teknologi Pengolahan Air Bersih berdasarkan jenis air baku
- Dokumen pelaporan
7.    Pengelolaan Laundry
- Manajemen Linen Kotor
- Manajemen Linen Bersih
- Peralatan yang diperlukan
- Dokumen pelaporan
8.    Pengendalian Serangga, Tikus dan Binatang Pengganggu Lainnya
- Jenis – jenis vektor
- Pengendalian berbagai jenis vektor
- Dokumen pelaporan

BIAYA PELATIHAN
Biaya pelatihan Rp. 10.000.000,00 per instansi (rumah sakit dan dinas kesehatan) untuk kuota min. 15 peserta karyawan per instansi (atau gabungan berbagai instansi), biaya tersebut tidak termasuk biaya akomodasi narasumber (transportasi dan penginapan), konsumsi, training kit, materi pelatihan (hardcopy dan softcopy), kunjungan lapangan.
Diundang sebagai narasumber dengan biaya Rp 1 juta per jam.
PESERTA PELATIHAN
Peserta Pelatihan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Sanitasi Di Rumah Sakit adalah para karyawan di rumah sakit yang merupakan tenaga pelaksana pengoperasian, pemeliharaan sarana, alat dan fasilitas yang berkaitan dengan sanitasi / penyehatan lingkungan rumah sakit.
PELAKSANAAN PELATIHAN
Pelatihan dilaksanakan di instansi yang mengundang

Informasi lebih jauh bisa menghubungi:

Purwanto : 0852 1016 4070