Rabu, 07 November 2012

Konsultasi Permasalahan IPAL gratis

Memberikan konsultasi permasalahan IPAL gratis via email/telepon, meliputi:
  1. Solusi terhadap masalah IPAL yang lama tidak difungsikan/tidak beroperasi di mana bangunannya (berupa beton cor atau fiberglass) masih ada namun peralatan, panel listrik & perlengkapan lainnya telah rusak/hilang/tidak berfungsi
  2. Solusi terhadap masalah parameter air limbah / limbah cair yang melebihi Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit (KepMenLH No. 58 Tahun 1995), Industri, Klinik, Laboratorium. Meliputi parameter : BOD, COD, TSS, Ammonia (NH3), Fosfat (PO4), logam berat dll.
  3. Kebutuhan kapasitas IPAL yang dibutuhkan baik untuk :
  • untuk rencana desain Rumah Sakit baru, Klinik baru, Laboratorium baru & Industri baru
  • untuk penambahan kapasitas IPAL seiring bertambahnya air limbah yang dikeluarkan fasilitas-fasilitas tsb.
Tujuan : operasionalisasi dan pemeliharaan IPAL maksimal & biaya murah
Konsultasi via Email gratis: bisnis.jual@gmail.com atau telepon : 0852 1016 4070, 021 9955 7503

Selasa, 25 September 2012

CONTOH KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT PENGADAAN DAN PEMASANGAN INCINERATOR


CONTOH

KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT

PENGADAAN DAN PEMASANGAN INCINERATOR

 

 
A.   BIAYA INCINERATOR

Harga Unit incinerator harus sudah termasuk :
  1. Pengadaan bangunan TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) sampah medis dan abu incinerator
  2. Bangunan pelindung incinerator
  3. Incinerator dengan feeding sistem
  4. Uji Emisi Incinerator oleh laboratorium terakreditasi (rekomendasi KLH : Lab. Sucofindo, Lab. BTKL, Core Lab, Uni Lab) untuk 3 (tiga) kondisi, 14 parameter sesuai dengan Kep 03/Bapedal/9/1995
  5.  Izin pengoperasian incinerator dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH).
  6.  Izin Tempat Penyimpanan Sementara limbah dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH).
  7. Desain, fabrikasi, instalasi, start up, commissioning dan training operator secara langsung (tidak melalui pihak ketiga)
  8. Persyaratan teknis incinerator mengacu pada Keputusan Kepala Bapedal Kep 03/Bapedal/9/1995 dan Kep. 205/Bapedal/07/1996.
  9. Persyaratan teknis bangunan TPS mengacu pada Keputusan Kepala Bapedal Kep 01/Bapedal/9/1995
  10. Sistem penyediaan air bersih dan penyediaan solar, berikut tangkinya
  11. 1 (satu) unit Panel Control menggunakan Programmable Logic Control (PLC).
  12. Cerobong, sampling platform dan cat walk
  13. Consumable parts selama 1 (satu) tahun
  14. Maintenance tools 1 (satu) set
  15. Penanaman pohon peneduh atau pohon pelindung yang rimbun setinggi 4 meter di sekeliling incinerator
  16. Biaya incinerator : sesuai kebutuhan dan berdasarkan kualitas incinerator (kualitas barang, kemudahan operasional & pemeliharaan dan efisiensi biaya).
  17. Biaya TPS + bangunan pelindung : sesuai kebutuhan dan berdasarkan kualitas konstruksi (kualitas konstruksi, kemudahan operasional & pemeliharaan dan efisiensi biaya).
  18. Biaya tersebut sudah termasuk pajak-pajak


B.   SPESIFIKASI VENDOR/MANUFAKTUR

  1. Spesifikasi untuk manufaktur adalah di bidang MANUFACTUR ENGINEERING atau MEKANIKAL ELEKTRIKAL serta mempunyai tenaga ahli incinerator, dibuktikan dengan sertifikat
  2. Vendor/manufaktur harus melampirkan perhitungan volume ruang bakar 1 dan volume ruang bakar 2 dengan mengikuti standar KLH (sebagai bahan evaluasi bagi RSCM)
  3. Manufaktur harus melampirkan perhitungan operasional cost incinerator
  4. Berat kapasitas incinerator harus dinyatakan dengan jelas dalam spesifikasi teknis incinerator
  5. Manufaktur harus melampirkan material list incinerator, spesifikasi equipment, spare part list incinerator untuk 1 tahun, dan process flow diagram dan drawing incinerator
  6. Manufaktur harus menyampaikan perhitungan desain proses incinerator, mass dan energy balance, efisiensi penghancuran dan penghilangan (DRE) dan efisiensi pembakaran (EP)
  7. Manufaktur harus menyediakan fasilitas K3 (apar, shower, tanda bahaya dll)
  8. Manufaktur harus melampirkan daftar pengalaman dalam membuat incinerator berikut dilampirkannya perizinan incinerator dari KLH minimal 5 perizinan dari incinerator yang telah terpasang untuk 3 tahun terakhir dan setidaknya 1 diantaranya adalah dimiliki oleh rumah sakit yang setara atau rumah sakit tipe B
  9. Manufaktur harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai, berisikan : a.    Mampu mengurus perizinan incinerator dan TPS rumah sakit sampai dengan keluar SK perizinan dari KLH; b.    Kapasitas pengolahan sesuai dengan yang  ditawarkan (dibuktikan dengan hasil uji KLH); c.    Spesifikasi incinerator sesuai dengan yang ditawarkan (dibuktikan dengan hasil uji KLH); d.    Sanggup memberikan pelayanan purna jual (after sales service) selama 2 tahun.
  10. Manufaktur harus memberikan garansi minimal 1 (satu) tahun
  11. Manufaktur harus memberikan SOP dan buku manual peralatan dalam bahasa Indonesia 
  • Sumber : Zulfia Maharani, ST

Kamis, 05 April 2012

Needle Destroyer / Penghancur Jarum Medis

1.  Contoh penghancur Jarum per satuan jarum
video

2.  Contoh penghancur jarum dalam jumlah tertentu jarum sekaligus dihancurkan
video
dari : Abriantama Indosa

           Mesin penghancur jarum medis ini bekerja dengan menggunakan sistem High Power yang menghasilkan tekan panas yang tinggi dan sinar gamma sehingga bakteri dan virus akan mati dan hasil penghancuran jarum akan menjadi arang partikel hingga 2 mikron dan tutup plastik menjadi butiran kecil hingga 1-2mm dan siap dibuang tidah usah masuk incinerator sehingga biaya dan operasional pembakaran di incinerator bisa ditekan sedini. 
 

Rabu, 21 Maret 2012

BERITA LIMBAH MEDIS

video
SITUS BERITA LIMBAH MEDIS BISA DILIHAT DI:
http://sindo.okezone.tv/play/18960/sampah-medis-dibuang-sembarangan

Senin, 13 Februari 2012

KEPKA BAPEDAL No. 03 Tahun 1995 - Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah B3

Peraturan ini menjelaskan Baku Mutu Limbah Cair dan Emisi Udara pada Incinerator terkait konsentrasi senyawa kimia yang diperbolehkan. Selain itu peraturan ini menjelaskan Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah B3. Dalam hal ini limbah medis fasilitas kesehatan termasuk dalam limbah B3.




Permenkes RI No 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Minggu, 12 Februari 2012

KEPMEN LH Tahun 1995 no 58 - Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit



Peraturan ini mengatur tentang batas maksimal limbah cair / air limbah yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari suatu kegiatan rumah sakit. Peraturan ini diterapkan jika suatu daerah (kota/kabuapten/propinsi) belum memiliki/menerapkan Peraturan Daerah tentang hal tersebut.